Jumat, 11 Desember 2015

Hamba
Wahai penikmat dunia, Wahai hamba  nafsu
Wahai hamba  yang serakah, Wahai hamba  yang lalai
Fikir kah akan ada masa kehancur bagi jiwa ini
Fikir kah akan ada masa hukuman suatu kelak, Yang akan mencabik – cabik raga ini
Yang akan membuat kulit beregenerasi setiap di detiknya
Yang akan membuat otak kita mendidih
Yang membuat mulut selalu merintih – rintih kesakitan
Wahai jiwa yang lemah
Sang cahaya kebenaran selalu menemanimu
Selalu mengikuti langkah kakimu,
Selalu menerangi jiwa mu
Apakah kamu tidak mengetahuinya
Wahai jiwa yang amarah
Setan selalu berbisik kepadamu, Selalu mengoda – mengodamu,
selalu berusaha menjerumuskan kamu ke dalam ke nistaan
Apakah kamu tidak mengetahuinya
Wahai jiwa yang terlena
Dunia ini hanya sementara
Yang akan membuat dirimu terlena dengan  keindahan
Yang akan membuat dirimu selalu dalam kesesatan

Apakah kamu tidak mengetahuinya
Bulan


Wahai bulan
Sinarilah jiwaku dengan cahayamu
Agar aku tidak tersesat dalam kegelapan malam
Yang penuh dengan misteri
Dan agar aku tidak terjatuh dalam lubang kerinduaan yang amat dalam
Wahai bulan
Terangkanlah jalanku dengan sinarmu
untuk menelusuri malam yang penuh sunyi
Tuntutlah dan temanilah aku dengan cahayamu
sampai sang fajar akan menampakkan dirinya diujung timur langit
wahai bulan
engkau bahagia dalam kesendirianmu disetiap malam – malam yang sunyi
engkau tidak pernah mengeluh, dengan keadaanmu
apakah ada sang bintang yang selalu menemani, di setiap malammu
wahia bulan
terima kasih, engkau telah menemani danlam kesendirianku malam ini
sehingga kami tidak tersesat dalam kenistaan kegelapan malam yang ada pikiranku
yang penuh dengan kejahatan makhluk – makhluk yang mengoda disetiap ku melangkah

 terima kasih wahai bulan